Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Surat pertama untukmu pemilik rahim

  Teruntukmu surgaku Mungkin ini surat pertama yang ku tulis untukmu.  belasan tahun yang lalu, kau melahirkan AKU dari Rahimmu dengan bertaruh nyawa. Saat aku haus dan lapar, engkau menyuapiku makan dan minum. Saat dingin menerpa, engkau hangatkan suasana penuh keceriaan. Saatku menangis, engkau menenangkan dalam dekapmu. Saatku blajar merangkak, engkau dengan sabar, menjaga setulus hati. Saatku mulai belajar bicara, engkau dengan sabar mengenalkan bahasa tutur kata. Mama, aku masih ingat ketika tubuhku terbaring saku engkau slalu ada di sampingku untuk menjaga ku, memegang dahikku, membolak balikan kain dingin untuk mengompresku, bahkan sampai tidak tidur. Melalui surat ini, saya ingin minta maaf kepadamu karena aku sudah banyak melakukan hal yg membuat mama sedih. Pernah suatu hari, aku membentakmu dengan kata kata yang diluar batas kesadaran ku padahal ucapan yg terlontar dari lidah ku menjadi penyayat hatimu. Di momen hari kasi sayang ini aku ucapkan maaf  Terimakasi...

Berawal dari rahim ibu

 Dulu aku tak tau apakah aku layak berada didunia ini aku pun tak tau bahwa aku akan ada di dunia ini tetapi semua itu sudah aku sadari bahwa aku memang layak ada di dunia ini. Tetapi aku sempat bertanya pada diriku darimanakah dan pintu manakah aku bisa ada di dunia ini dan pertanyaan itupun sudah ku temukan sejak aku sudah mengerti arti pengorbanan darimu ratuku. Kau merwat, kau menyayangi walaupun kau tak tau apakah aku bisa ada didunia ini. Sembilan bulan kau menunggu ku yang kau tak tau bagaimana bentuku tapi kau masi saja merawatku dalam kebingunganmu sendiri dan sabar menanti selama sembilan bulan dan aku sudah menjadi manusia yang bergguna bagimu hingga aku sadar akan keberadaanku. Kaulah pemilik rahim yang membawaku kedunia yang indah ini.  Terimakasih pemilik rahim Engel Tanu